Whatever’s Weblog

Februari 10, 2008

Sisi Gelap Kota Metropolitan

Diarsipkan di bawah: Jakarta Night Life — guessaja @ 5:42 pm

Jakarta Under Cover

Kota-kota besar memang sangat kental dengan berbagai sajian hiburannya. Kota-kota yang kerap dijuluki kota metropolitan seperti halnya Jakarta, punya ciri khas tersendiri dalam gaya hidup dan perilaku masyarakatnya. Gaya hidup yang paling khas di kota-kota besar tersebut adalah kehidupan malam. Kehidupan malam memang memiliki fenomena yang sangat menarik, sehingga tak habis-habisnya diamati, dikaji, dan dianalisa. Berbagai bisnis hiburan pun ada yang mengkhususkan hidup di malam hari seperti kafe, diskotek, klub, karaoke, dan tempat-tempat sejenisnya. Sebagai sebuah hiburan, di tempat-tempat tersebut beragam menu disajikan. (lagi…)

Jakarta Malam Hari

Diarsipkan di bawah: Jakarta Night Life — guessaja @ 5:34 pm

Jakarta malam hari seperti biasanya jakarta masih diliputi kendaraan tetapi sudah berkurang seperti siang hari tadi yang begitu sungguh sangat padat. Tetapi asap-asap kendaraan masih tersisa dan masih menyambar sisi kulitku yang bersih ini.
Jakarta malam hari terlihat kendaraan-kendaraan melaju kencangnya dengan sorot lampu beraneka ragam. Lampu-lampu yang terang dan berwarna-warni. Seperti algi balapan (mungkin balapan liar kali)
Jakarta malam hari masih banyak orang-orang yang begegas untuk memperbaiki dagangannya dan pulang untuk beraktivitas besoknya.
Jakarta malam hari pasti ada sisi-sisi gelapnya seperti Surabaya memiliki Dolly.
Jakarta malam hari bertaburan cahaya dari langit karena pancaran lampu-lampu gedung pencakar langit.

Senin, 10 Februari 2008

Kehidupan malam VS Jalan malam

Diarsipkan di bawah: Jakarta Night Life — guessaja @ 5:28 pm
Feb 10, `08 12:30 AM 
Sahabat, mungkin anda tidak asing lagi tentang kehidupan malam. Yah, kehidupan malam Jakarta kembali menggeliat. Para penikmat hiburan malam seolah-olah terlupakan pada banjir yang mengakibatkan puluhan orang meninggal serta ribuan orang kehilangan tempat tinggal.Denyut nadi kehidupan malam Jakarta pun mulai kembali terasa sejak Sabtu petang menjelang malam hingga Minggu dinihari. Ribuan kendaraan roda empat dan roda dua berarak di jalan raya.Diantara mereka, ada yang memilih menuju Jakarta Pusat dan ke Jakarta Selatan yang dikenal sebagai pusat kawasan THM (tempat hiburan malam). Jakarta Selatan dikenal sebagai THM bagi kalangan menengah ke atas.Di kawasan Jakarta Pusat, beberapa pusat hiburan malam seperti diskotek, cafe, tempat karaoke, dan bar, seperti Sawah Besar dan Mangga Besar sangat ramai pengunjung.

Di sekitar Jalan Hayam Wuruk beberapa bahu jalan bahkan dijadikan lahan parkir kendaraan roda empat bagi penikmat hiburan malam. Jika lagi ramai pengunjung dua jalur jalan pun dibuat parkir.

Praktis hanya dua jalur yang bisa dilalui kendaraan. Di Kawasan Jakarta Selatan seperti Kemang dan Senayan juga terjadi kemacetan kendaraan di malam hari. Di Kemang, meski beberapa ruas jalan di kawasan itu digenangi air pekan lalu, namun terlihat ramai pada malam Minggu kemarin.

Hmm…inilah kota Jakarta, Ibukota Metropolitan…yang jika malam kita berjalan menyusuri lampu-lampu hiasnya, sungguh mencolok mata. Namun, disisi lain, hal itu mendatangkan keuntungan bisnis bagi mereka yang bergelut didalamnya.

Apalah artinya bagi seorang cepy, yang hanya manusia biasa, berjalan mengelilingi kota Jakarta, hanya untuk mempelajari seluk beluk kehidupan Jakarta dengan berbagai kemegahan.

Padahal kita sama-sama mengalami, saat awal februari lalu, Kota Jakarta dikelilingi lautan air dan Jakarta-ku tak bisa berbuat apa-apa. Duhhh…Jakarta-ku kini. Wajahmu, kini telah berubah. Semoga, aku tidak berubah, sebagaimana wajah kota Jakarta yang banyak berubah….

Apakah sahabat pernah berkeliling kota Jakarta dengan menggunakan kendaraan (mobil, motor, sepeda, dll) mengelilingi, masuk bahkan berjalan memasuki gang-gang, hanya untuk melihat dari dekat kehidupan keras kota Jakarta di malam hari…

Blog pada WordPress.com.