Di sekitar Jalan Hayam Wuruk beberapa bahu jalan bahkan dijadikan lahan parkir kendaraan roda empat bagi penikmat hiburan malam. Jika lagi ramai pengunjung dua jalur jalan pun dibuat parkir.
Praktis hanya dua jalur yang bisa dilalui kendaraan. Di Kawasan Jakarta Selatan seperti Kemang dan Senayan juga terjadi kemacetan kendaraan di malam hari. Di Kemang, meski beberapa ruas jalan di kawasan itu digenangi air pekan lalu, namun terlihat ramai pada malam Minggu kemarin.
Hmm…inilah kota Jakarta, Ibukota Metropolitan…yang jika malam kita berjalan menyusuri lampu-lampu hiasnya, sungguh mencolok mata. Namun, disisi lain, hal itu mendatangkan keuntungan bisnis bagi mereka yang bergelut didalamnya.
Apalah artinya bagi seorang cepy, yang hanya manusia biasa, berjalan mengelilingi kota Jakarta, hanya untuk mempelajari seluk beluk kehidupan Jakarta dengan berbagai kemegahan.
Padahal kita sama-sama mengalami, saat awal februari lalu, Kota Jakarta dikelilingi lautan air dan Jakarta-ku tak bisa berbuat apa-apa. Duhhh…Jakarta-ku kini. Wajahmu, kini telah berubah. Semoga, aku tidak berubah, sebagaimana wajah kota Jakarta yang banyak berubah….
Apakah sahabat pernah berkeliling kota Jakarta dengan menggunakan kendaraan (mobil, motor, sepeda, dll) mengelilingi, masuk bahkan berjalan memasuki gang-gang, hanya untuk melihat dari dekat kehidupan keras kota Jakarta di malam hari…



