Whatever’s Weblog

Mei 2, 2009

Mendadak Slankers: Yang tidak Jazz di Festival Jazz

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — guessaja @ 7:18 pm

Setelah diramaikan oleh penyanyi-penyanyi non-jazz seperti Jason Mraz, Afghan dan Glenn Fredly, namun nampaknya kehadiran Slank adalah puncak dari pengukuhan tema “It’s a Festival for All” yang diusung oleh Java Jazz tahun ini.

Slank yang telah bertahun-tahun mengukuhkan dirinya sebagai salah satu band rock papan atas di Indonesia terbukti mampu menyita perhatian para pecinta musik jazz di hari ketiga digelarnya Java Jazz 2009 (8/3).

Meskipun tampil di festival jazz yang notabene memiliki atmosfer serta audiens yang berbeda dari yang biasanya dimiliki Slank, namun hal ini tak mengubah penampilan serta performa dari band yang digawangi oleh Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee dan Ivan ini.

 Tampil bertelanjang dada, Kaka dengan percaya diri mengguncang Jakarta Convention Center pada malam itu. Musik cadas dan nada-nada tinggi yang diteriakkan oleh Kaka mampu mengubah para penggemar jazz menjadi Slankers dalam sekejap.

“Senang sekali rasanya bisa manggung di Java Jazz. Jarang-jarang Slank ditonton oleh audiens yang kebanyakan perempuan.” Gurau Kaka, sang vokalis, saat ditanya kesan menyanyi di Java Jazz.

Tahun ini merupakan kali pertama Slank tampil di Java Jazz. Asal mula dari penampilan tersebut adalah tantangan Peter Gontha selaku promotor kepada mereka untuk mengguncang festival yang berlangsung selama tiga hari ini. Merasa tertantang, kelima personel band sepakat untuk menerima tantangan tersebut.

Setelah tantangan yang satu ini terlewati dengan sukses, hal apakah yang hingga kini masih diidam-idamkan Slank?

Selain Slank, pertunjukkan non-jazz lainnya juga diusung oleh David ‘Naif’ yang tampil bersama grup band Abdul and the Coffee Theory. Tampil secara atraktif, David berhasil menggoyang para penonton malam itu.

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.